Saturday, 31 October 2026 | Suara Orang Biasa & Wirausaha Muda

Traveloka Gelar 10.10 Epic Sale di 8 Negara: Lonjakan Wisatawan ke Tiongkok dan Jepang Jadi Primadona

Traveloka Gelar 10.10 Epic Sale di 8 Negara: Lonjakan Wisatawan ke Tiongkok dan Jepang Jadi Primadona
Dokumentasi Redaksi Panaraa7 / PANARA COURSE

Traveloka Gelar 10.10 Epic Sale di 8 Negara: Lonjakan Wisatawan ke Tiongkok dan Jepang Jadi Primadona

Traveloka kembali menggebrak industri pariwisata global melalui perhelatan tahunan bertajuk Traveloka 10.10 Epic Sale. Program diskon besar-besaran ini resmi digelar mulai 1 hingga 10 Oktober 2026, mencakup pasar internasional yang luas di delapan negara strategis, yakni Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Australia, Jepang, dan Korea Selatan. Inisiatif ini tidak sekadar menjadi ajang promosi harga murah, melainkan strategi besar Traveloka untuk merespons dinamika perjalanan pascapandemi yang kini menunjukkan tren kebangkitan yang sangat agresif.

Selama periode sepuluh hari tersebut, Traveloka menghadirkan penawaran komprehensif yang mencakup seluruh ekosistem perjalanan, mulai dari tiket pesawat maskapai full-service maupun budget, pilihan akomodasi dari hotel bintang lima hingga homestay unik, hingga paket aktivitas wisata yang dikurasi secara khusus. Menariknya, skema promosi yang diterapkan di setiap negara tidak disamaratakan. Traveloka melakukan pendekatan berbasis data (data-driven) dengan menyesuaikan preferensi serta destinasi yang paling banyak diminati oleh wisatawan lokal di masing-masing negara peserta.

Di tengah meningkatnya antusiasme wisatawan asal Asia Tenggara untuk menjelajahi dunia, Tiongkok muncul sebagai destinasi utama yang menjadi sorotan dalam kampanye 10.10 Epic Sale tahun ini. Penawaran khusus untuk Negeri Tirai Bambu ini diberikan secara masif di pasar Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Singapura. Selain Tiongkok, Jepang tetap mempertahankan posisinya sebagai destinasi favorit sepanjang masa, masuk dalam jajaran unggulan di tujuh dari delapan negara yang berpartisipasi dalam promo ini.

Kunjungan wisatawan Indonesia ke Tiongkok sendiri mencatatkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perjalanan wisatawan asal Indonesia ke Tiongkok pada semester I 2026 mengalami lonjakan sebesar 33% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Angka ini menjadi indikator kuat bahwa kebijakan bebas visa atau kemudahan akses yang ditawarkan oleh pemerintah Tiongkok, dikombinasikan dengan promosi masif dari platform travel, telah membuahkan hasil yang nyata.

Lebih mendalam, data internal Traveloka menunjukkan adanya pergeseran perilaku yang sangat menarik dari wisatawan Indonesia. Jika dahulu wisatawan Indonesia hanya berkunjung ke kota-kota besar seperti Beijing atau Shanghai, kini tren telah bergeser ke kota-kota second-tier (kota lapis kedua) yang menawarkan pengalaman autentik dan biaya hidup yang lebih terjangkau. Xiamen dan Fuzhou kini menempati posisi keenam dan kesembilan sebagai destinasi Tiongkok yang paling banyak dipesan di platform Traveloka.

Bahkan, kota Chongqing kini telah naik tiga peringkat dan berhasil menembus daftar lima besar destinasi terfavorit bagi pelancong asal Indonesia. Fenomena ini juga merambah ke kota-kota lain seperti Suzhou, Jinan, Ningbo, dan Zhengzhou yang mulai mencatatkan kenaikan minat pemesanan yang cukup tajam. Hal ini menandakan bahwa wisatawan Indonesia mulai memiliki literasi perjalanan yang lebih baik dan berani mengeksplorasi destinasi yang jarang dikunjungi oleh wisatawan arus utama.

Head of Marketing Traveloka, Alex Jung, menjelaskan bahwa fleksibilitas dan pemahaman mendalam terhadap tren lokal menjadi kunci utama dalam penyediaan layanan di program 10.10 Epic Sale. Menurutnya, wisatawan Asia Tenggara saat ini tidak lagi terpaku pada satu rencana perjalanan atau itinerary yang kaku saat mengunjungi Tiongkok. Meskipun kota-kota utama tetap menjadi pintu masuk yang penting, para wisatawan kini menunjukkan minat yang tinggi pada kombinasi destinasi yang lebih beragam dan unik.

"Traveloka memadukan pemahaman akan preferensi lokal ini dengan beragam pilihan konektivitas penerbangan dan akomodasi. Dengan integrasi teknologi kami, wisatawan dapat lebih mudah menyusun rencana perjalanan, membandingkan harga, dan memesan tiket ke berbagai destinasi di Tiongkok secara efisien melalui satu platform saja," ujar Alex Jung, Sabtu (10/10/2026).

Traveloka Gelar 10.10 Epic Sale di 8 Negara, Soroti Lonjakan Wisatawan ke Tiongkok dan Jepang

Strategi yang dilakukan Traveloka ini merupakan bagian dari upaya besar perusahaan untuk memfasilitasi kebutuhan konektivitas perjalanan lintas kawasan yang semakin kompleks. Dengan banyaknya opsi penerbangan langsung maupun transit ke kota-kota sekunder di Tiongkok dan Jepang, Traveloka berupaya memangkas hambatan teknis yang selama ini dikeluhkan oleh para traveler, seperti kesulitan mencari akomodasi di kota kecil atau minimnya informasi mengenai transportasi lokal.

Jepang, di sisi lain, terus menjadi "magnet" bagi wisatawan dari delapan negara peserta. Dengan nilai tukar yang cukup kompetitif bagi banyak mata uang di Asia Tenggara, Jepang menawarkan perpaduan sempurna antara modernitas dan tradisi. Dalam 10.10 Epic Sale, Traveloka memberikan diskon khusus untuk akses Japan Rail Pass (JR Pass), tiket masuk wahana hiburan seperti Universal Studios Japan dan Tokyo Disneyland, serta hotel-hotel dengan konsep ryokan yang sangat diminati oleh wisatawan.

Bagi Traveloka, perhelatan 10.10 Epic Sale bukan hanya tentang peningkatan Gross Booking Value (GBV). Lebih dari itu, ini adalah instrumen untuk mengukur sejauh mana minat pasar terhadap destinasi tertentu di tengah kondisi ekonomi global yang fluktuatif. Dengan data yang terkumpul selama sepuluh hari promosi, Traveloka dapat merancang kampanye pemasaran yang lebih personal (hyper-personalized) di masa depan, memberikan rekomendasi destinasi yang tepat kepada pengguna sebelum mereka bahkan merencanakan perjalanan mereka.

Selain Tiongkok dan Jepang, negara-negara lain seperti Korea Selatan dan Australia juga mencatatkan angka pemesanan yang stabil. Untuk Korea Selatan, tren "wisata pop-culture" atau Hallyu masih menjadi pendorong utama, sementara Australia tetap menjadi destinasi favorit untuk perjalanan keluarga dan pendidikan.

Kesuksesan Traveloka dalam mengorkestrasi promo skala internasional ini membuktikan bahwa platform asal Asia Tenggara ini telah menjadi pemimpin pasar yang mampu menandingi raksasa travel global. Dengan jaringan kemitraan yang luas, mulai dari maskapai penerbangan internasional, jaringan hotel global, hingga penyedia jasa transportasi lokal, Traveloka berhasil menciptakan ekosistem yang memudahkan mobilitas lintas batas.

Di penghujung periode 10.10 Epic Sale, Traveloka optimistis bahwa tren peningkatan kunjungan wisatawan ke Tiongkok dan Jepang akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2026. Dengan dukungan teknologi AI yang disematkan dalam aplikasi, Traveloka memastikan bahwa setiap pengguna mendapatkan pengalaman pemesanan yang mulus, aman, dan tentunya dengan harga yang jauh lebih kompetitif dibandingkan memesan secara terpisah.

Melalui upaya ini, Traveloka juga berkontribusi secara tidak langsung dalam mendukung pemulihan industri pariwisata di destinasi-destinasi tersebut. Dengan membawa lebih banyak wisatawan ke kota-kota second-tier, dampak ekonomi dari pariwisata tidak lagi hanya terpusat di kota besar, tetapi juga menyebar ke daerah-daerah yang selama ini memiliki potensi wisata besar namun kurang terekspos.

Sebagai penutup, program 10.10 Epic Sale tahun 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa Traveloka tetap relevan di tengah persaingan industri teknologi travel yang semakin ketat. Dengan fokus pada pemahaman perilaku konsumen yang mendalam dan dukungan infrastruktur digital yang mumpuni, Traveloka berhasil mengubah cara masyarakat Asia Tenggara memandang dan melakukan perjalanan internasional, menjadikannya lebih mudah, terjangkau, dan penuh dengan pengalaman baru yang tak terlupakan.