Tuesday, 3 November 2026 | Suara Orang Biasa & Wirausaha Muda

SMX01 Hadirkan Fasilitas Data Center 21 MW Berbasis AI di Jakarta

SMX01 Hadirkan Fasilitas Data Center 21 MW Berbasis AI di Jakarta
Dokumentasi Redaksi Panaraa7 / PANARA COURSE

SMX01 Hadirkan Fasilitas Data Center 21 MW Berbasis AI di Jakarta

Jakarta kini resmi memiliki pusat data mutakhir, SMX01, yang telah mengantongi status Ready for Service (RFS) dan siap menopang lonjakan permintaan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di Asia Tenggara. Terletak strategis di kawasan pusat bisnis (CBD) Jakarta, fasilitas ini merupakan hasil kolaborasi lintas negara yang mempertemukan keahlian operasional SM+ Data Centers, kekuatan modal jangka panjang dari Korea Investment Real Asset Management (KIRA), serta kepiawaian teknis LG Sinar Mas (LGSM). Kehadiran SMX01 menandai babak baru bagi ekosistem digital Indonesia, di mana kebutuhan akan komputasi berintensitas tinggi tidak lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan krusial untuk menopang pertumbuhan ekonomi digital nasional yang diproyeksikan mencapai nilai transaksi bruto (GMV) mendekati US$100 miliar pada 2025.

Dengan total kapasitas beban IT sebesar 21 megawatt (MW), SMX01 dirancang secara modular. Pendekatan ini memberikan fleksibilitas bagi pelanggan untuk menyesuaikan kebutuhan komputasi mereka seiring dengan perkembangan bisnis dan tuntutan teknologi yang terus berubah. Presiden Director dan Group CEO SM+ Holdings, Herson Suindah, menegaskan bahwa desain modular adalah jawaban atas dinamika pasar saat ini. Menurutnya, infrastruktur digital tidak boleh kaku karena beban kerja pelanggan sangat bervariasi, mulai dari sistem konvensional hingga kebutuhan komputasi AI yang sangat haus daya. Dengan fleksibilitas ini, SMX01 diposisikan untuk tumbuh berdampingan dengan kebutuhan pasar yang semakin kompleks.

Keunggulan teknis SMX01 tidak lepas dari peran LG Sinar Mas, perusahaan patungan antara LG CNS dan SM+. CEO LG Sinar Mas, Donghyup Han, menekankan bahwa membangun pusat data untuk AI memerlukan pendekatan yang jauh berbeda dibanding data center tradisional. Menurutnya, kapasitas rak saja tidak cukup. Aspek krusial seperti kepadatan daya, sistem pendingin yang mumpuni, dan ketahanan struktural harus dihitung secara presisi sejak tahap perencanaan awal. Pengalaman panjang LG dalam membangun infrastruktur di Korea dan pasar global diintegrasikan ke dalam SMX01, memastikan fasilitas ini mampu melayani beban kerja berat tanpa kendala berarti.

Dari sisi keandalan, SMX01 dibangun dengan standar Tier IV yang menawarkan redundansi berlapis. Hal ini menjamin kelangsungan operasional 24/7 bagi para pengguna, sebuah standar yang mutlak dibutuhkan oleh penyedia layanan awan (cloud) dan pengembang aplikasi AI. Sebagai pusat data carrier-neutral, SMX01 dilengkapi dengan empat titik masuk jaringan (network entry points) yang terhubung langsung ke jaringan 30 pusat data Edge milik SM+ di 25 kota di Indonesia. Konektivitas ini menciptakan jembatan yang kuat antara pusat data inti di Jakarta dengan titik-titik akses di berbagai daerah, mempercepat transmisi data dan menurunkan latensi secara signifikan.

Salah satu inovasi paling menonjol dari SMX01 adalah efisiensi energi. Di tengah kekhawatiran global mengenai besarnya konsumsi listrik oleh infrastruktur AI, SMX01 menjadi salah satu pionir di kawasan yang menerapkan sistem pendingin cair (liquid-cooling) di seluruh ruang data (data hall). Teknologi ini digunakan secara berdampingan dengan pendingin udara konvensional untuk memastikan manajemen panas yang lebih efektif, sehingga mampu menekan nilai Power Usage Effectiveness (PUE) ke level yang jauh lebih efisien. Selain itu, aspek keberlanjutan lingkungan juga menjadi prioritas. Fasilitas ini mengadopsi sistem chilled-water berbasis sirkulasi tertutup (closed-loop) yang mengoptimalkan penggunaan air daur ulang dan sistem pemanenan air hujan, menunjukkan komitmen nyata terhadap operasional pusat data yang ramah lingkungan.

SMX01 Hadirkan Fasilitas Data Center 21 MW Berbasis AI di Jakarta

Peluncuran SMX01 datang pada momentum yang tepat. Data menunjukkan bahwa Asia Tenggara tengah mengalami ledakan ekonomi digital dengan proyeksi GMV melebihi US$300 miliar dan pertumbuhan kapasitas pusat data regional mencapai 180%. Indonesia sendiri menjadi bintang utama di kawasan ini. Pertumbuhan adopsi AI di Indonesia tercatat sangat fantastis, di mana pendapatan aplikasi AI melonjak hingga 127% hanya dalam kurun waktu satu tahun, yakni antara semester pertama 2024 hingga semester pertama 2025. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai pemimpin pertumbuhan AI di Asia Tenggara, dan SMX01 hadir untuk mengisi celah infrastruktur yang selama ini menjadi hambatan bagi pertumbuhan tersebut.

Bagi mitra investor seperti KIRA, SMX01 bukan sekadar proyek properti, melainkan instrumen investasi strategis dalam infrastruktur digital. CEO KIRA, Yong Sik Kim, menyatakan bahwa keberhasilan mencapai status RFS adalah bukti nyata bahwa modal jangka panjang dapat dikonversi menjadi infrastruktur operasional yang produktif. Kepercayaan investor asing terhadap fundamental pasar digital Indonesia menjadi bukti bahwa negara ini dianggap sebagai hub masa depan bagi komputasi di Asia Tenggara. Sinergi antara keahlian teknis SM+ Data Centers, desain dari LG Sinar Mas, dan dukungan finansial KIRA menciptakan ekosistem yang solid bagi para pemain industri, mulai dari perusahaan teknologi raksasa, penyedia cloud, hingga perusahaan rintisan yang fokus pada inovasi AI.

Lebih jauh lagi, Herson Suindah melihat bahwa SMX01 adalah fondasi dari konektivitas regional yang lebih luas. Dengan mengintegrasikan infrastruktur ini ke dalam jaringan pusat data nasional, SM+ tidak hanya membangun gedung, tetapi membangun "urat nadi" bagi transformasi digital Indonesia. Fokus ke depan adalah bagaimana Indonesia dapat berperan lebih aktif dalam melengkapi hub pusat data yang sudah ada di Singapura atau kawasan lainnya, dengan menawarkan keunggulan pada ketersediaan daya, fleksibilitas modular, dan teknologi pendingin yang hemat energi.

Strategi jangka panjang SM+ Holdings adalah menciptakan jaringan pusat data yang terintegrasi secara nasional dan regional. Melalui SMX01, perusahaan ingin menunjukkan bahwa Indonesia mampu menyamai standar kualitas global. Dengan kapasitas 21 MW yang siap ditingkatkan, SMX01 memiliki ruang yang luas untuk terus berkembang sesuai dengan laju adopsi AI di tanah air. Tantangan terbesar dalam dunia data center ke depan adalah menyeimbangkan antara performa komputasi yang tinggi dengan tanggung jawab terhadap lingkungan. SMX01 telah menjawab tantangan ini dengan pendekatan desain yang berwawasan masa depan.

Kehadiran SMX01 juga memberikan dampak positif bagi para pengembang aplikasi lokal yang selama ini kesulitan mencari tempat penyimpanan data yang aman dan efisien di dalam negeri. Dengan akses yang lebih dekat dan latensi yang lebih rendah, pengembang lokal dapat membangun aplikasi AI yang lebih responsif. Hal ini diharapkan akan memicu gelombang inovasi baru dari dalam negeri yang dapat bersaing di pasar global. Ekosistem yang terbangun di SMX01 memungkinkan kolaborasi antarindustri, di mana perusahaan dari sektor keuangan, kesehatan, hingga logistik dapat memanfaatkan infrastruktur yang sama untuk melakukan transformasi digital mereka.

Sebagai penutup, Herson Suindah menegaskan bahwa infrastruktur digital bukanlah proyek yang bisa dibangun sendiri. Dibutuhkan kemitraan lintas industri dan lintas negara untuk menciptakan ekosistem yang tangguh. Keberhasilan SMX01 dalam mengintegrasikan berbagai elemen—mulai dari teknologi pendingin cair, redundansi Tier IV, hingga konektivitas carrier-neutral—adalah contoh nyata dari bagaimana kolaborasi strategis dapat menghasilkan solusi yang relevan dengan tantangan zaman. Indonesia kini memiliki aset digital yang mumpuni untuk bersaing di panggung internasional, dan SMX01 adalah langkah nyata untuk memenangkan kompetisi di era AI ini. Ke depan, peran pusat data akan terus berkembang menjadi tulang punggung bagi seluruh aktivitas ekonomi, dan SMX01 telah memposisikan dirinya di garda terdepan untuk memastikan masa depan digital Indonesia tetap terang dan berkelanjutan.